Di kota dengan aroma sejarah tempat di mana roh muda tumbuh- lahir dari rahim peradaban sebuah ikhtiar merakit jati diri penggerak dengan serbuk-serbuk asa nan cita benih-benih juang ditanam di ladang dada Aku, lelaki yang tumbuh dari suar buku perpustakaan , dan tulang-tulang waktu yang gigih Saat buana tak bersahabat, senyum pahit getir kadang menggigit keringat masam kadang-kadang membelit alam semesta mencatat lekuk waktu- hingga wangi udumbara semerbak Ikhtiar menghembuskan penat lengan takdir menggandeng setiap usia hingga genap hajat hidup kesabaran yang mulai menua Namun, kesadaran mulai mengambil keputusan asa langkah yang mengarah pada harapan beranjak bangkit kembali gunung dan biarawati ikut menyaksikan segenap daha-dahan hidup- yang hampir tumbang adakalanya buana merestui kadang kala ia mencerca biarpun pilu terus menghantui- cemas nan duka acap kali menjanggal nam...
Comments
Post a Comment