Gema Dari Kolong Mbaru Niang

Di lambung lembah yang sunyi, kabut berdansa

Pelukan sejuk penuh pukau

dan angin mengembalakan awan penuh riang

senandung riuh tawa burung, meninggalkan jejak

Membelah Cakrawala, menyambut hari baru

 

suara ibu-

mengayak beras di bawah kolong rumah

seraya menuturkan dongeng lampau

dari narasi juang leluhur

membangun perkampungan

sebagai simbol serta perlindungan persatuan

 

suara ayah-

mencangkul tanah tandus

mengharapkan panen, hati tak tergerus

keringat berpadu dengan doa

demi sepeser harga dan sesuap nasi

untuk keluarga yang menanti

di bawah atap alang - yang diselimuti ijuk

 

 suara anak-anak-

 mengembala gembiranya,

di halaman- menelusuri sabana bunga

satu berlari, dua,

tiga bernyanyi- hingga awan terpikat

Pelukan alam yang menggemaskan

 

sahaja desa dibangun atas kebersamaan

dan petuah suku bagikan kilau

lewat nasihat-nasihat sejuk,

yang dicari di pagi sunyi,

dalam angin menyapa pagi

 

maka desa bukan sekedar tempat

ia adalah permata yang diwariskan

dari tanah, dari cinta,

untuk terus hidup- dalam cerita.


Sidoarjo, 2026

Comments

Popular posts from this blog

Kehidupan di Atas Kertas

Si Sulung

Segumpal Anatomi Mimpi