Dzikir di Teras
Mentari menyapa dari kaki barat
sinar pagi mengulik
semangat terpantik
mengantar tungkai
melangkah pelan
mengarahkan menuju
kepul- hangat
Mentari mengalun
lewat kilau kuning
burung-burung beradu
riang
sedang- suara
mendidih dari teko,
bagai menuang waktu
yang matang
lantas, kuambil satu
kotak tersisa rasa
mengeluarkan aroma
rempah nusantara
tuk diterseduh
bersama kursi pagi di teras
Cangkir itu
menyuguhkan kehangatan
dari secangkir
pikir-dzikir pagi
yang berbaur dengan
hangatnya surya
cangkir yang berisi
teh hangat
memiliki rasa yang
nikmat
meski ini yang terakhir,
ku tetap meminumnya
Aroma itu, memantik
ingatan
akan jejak kisah saat
itu-
saat aku membeli
sekotak teh
yang telah
menghabiskan,
separuh dari gajiku.
Sidoarjo, 2026
.jpg)
Comments
Post a Comment